Pelatihan Ekoteologi Lintas Agama di Manado

Pelatihan Ekoteologi Lintas Agama di Manado

Pada tanggal 19-23 Desember 2025, Balai DIKLAT Keagamaan Manado menyelenggarakan Pelatihan Ekoteologi lintas agama di Mangrove Park, Desa Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan dalam perspektif agama-agama. Dengan melibatkan peserta dari berbagai latar belakang agama, kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan sinergi dalam upaya menjaga kelestarian alam.

… ekoteologi tidak hanya memfokuskan diri pada aspek spiritual, tetapi juga pada tindakan nyata yang dapat dilakukan oleh setiap individu untuk menjaga lingkungan.


Acara dibuka oleh Dr. Mastuki, Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi SDM Pendidikan dan Keagamaan Kementerian Agama RI, yang menyampaikan pesan penting tentang peran agama dalam pelestarian lingkungan. Beliau menekankan bahwa ekoteologi tidak hanya memfokuskan diri pada aspek spiritual, tetapi juga pada tindakan nyata yang dapat dilakukan oleh setiap individu untuk menjaga lingkungan. Poin ini menjadi inti dari pelatihan, yang dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana nilai-nilai agama dapat diintegrasikan dalam pelestarian lingkungan hidup.
Kegiatan ini diisi oleh banyak narasumber dan fasilitator, yaitu Dr. Budhy Munawar-Rachman (Direktur PCRP), Dr. Muqowim (Dosen UIN Sunan Kalijaga), Ziadatul Husnah, M.Pd. (Direktur Rumah Kearifan), Khoirotun Nisak, M.Fil. (Program Officer PCRP), Reza Wattimena, Ph.D. (Rumah Filsafat), dan Deva Sebayang, M.A. (PIC Ekoteologi Kementerian Agama). Masing-masing narasumber dan fasilitator memberikan perspektif unik tentang hubungan antara spiritualitas dan lingkungan. Pelatihan ini menggunakan pendekatan Living Values Education (LVE), di mana seluruh proses pelatihan lebih menekankan pentingnya menghidupkan nilai-nilai ekoteologi dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dimulai dari kesadaran tentang nilai-nilai ekoteologi.


Salah satu kegiatan menarik dalam pelatihan ini adalah penanaman 1.000 pohon mangrove di sekitar lokasi kegiatan. Penanaman ini tidak hanya menjadi simbol komitmen peserta terhadap pelestarian lingkungan, tetapi juga merupakan tindakan nyata yang mencerminkan hasil dari pelatihan. Pendidikan melalui tindakan ini mengedukasi peserta tentang pentingnya ekosistem mangrove dan manfaatnya bagi lingkungan terutama di pesisir pantai.

Kegiatan interaktif ini berhasil membangun kesadaran dan kepedulian peserta terhadap lingkungan.


Melalui pendekatan experiential learning, peserta diberi kesempatan untuk belajar secara langsung dari pengalaman lapangan. Kegiatan interaktif ini berhasil membangun kesadaran dan kepedulian peserta terhadap lingkungan. Pelatihan ini diakhiri dengan selesainya penanaman pohon, diikuti oleh komitmen bersama untuk menerapkan prinsip-prinsip ekoteologi dalam kehidupan sehari-hari, guna menghadirkan perubahan positif yang berkelanjutan dalam masyarakat.