Pada tanggal 19 Oktober 2025, Pesantren Miftahul Ulum Banyuwangi menyelenggarakan pelatihan dengan tema “Active Learning Berbasis Nilai-nilai Inti dalam Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta”. Kegiatan ini dihadiri oleh para guru dan pendidik yang tertarik untuk mengembangkan metode pengajaran yang lebih inovatif dan efektif. Pembicara dalam acara tersebut adalah Dr. Muqowim dari UIN Sunan Kalijaga dan Ziadatul Husnah, M.Pd. dari Rumah Kearifan, yang memiliki komitmen untuk menghidupkan nilai-nilai positif dalam proses pembelajaran.
Dr. Muqowim menyampaikan pentingnya pendekatan aktif dalam pembelajaran yang tidak hanya fokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada pengembangan karakter siswa.
Dalam pemaparannya, Dr. Muqowim menyampaikan pentingnya pendekatan aktif dalam pembelajaran yang tidak hanya fokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada pengembangan karakter siswa. “Pendidikan harus menjadi sebuah pengalaman yang menyentuh hati dan pikiran, dan nilai-nilai inti harus diintegrasikan dalam setiap aspek pengajaran,” jelasnya. Ia menekankan bahwa dengan mengedepankan nilai-nilai positif, proses belajar dapat menjadi lebih bermakna bagi siswa.
Ziadatul Husnah, M.Pd. melanjutkan sesi dengan memberikan penjelasan tentang konsep kurikulum berbasis cinta.
Ziadatul Husnah, M.Pd. melanjutkan sesi dengan memberikan penjelasan tentang konsep kurikulum berbasis cinta. Ia menyatakan bahwa cinta dalam pendidikan berarti memberikan perhatian penuh pada perkembangan emosional dan sosial siswa, serta menciptakan lingkungan belajar yang mendukung. “Ketika siswa merasa dicintai dan dihargai, mereka akan lebih termotivasi untuk belajar,” ungkapnya. Peserta menyimak dengan antusias, banyak di antara mereka mengangguk setuju.

Kegiatan pelatihan ini dilanjutkan dengan sesi workshop di mana peserta diberi kesempatan untuk merancang strategi pembelajaran berbasis nilai yang relevan dengan konteks masing-masing lembaga. Dalam kelompok kecil, mereka berdiskusi dan berbagi ide tentang berbagai metode aktif yang dapat diterapkan dalam kurikulum mereka. Hal ini mendorong kreativitas dan kolaborasi antarpendidik.

Selama sesi praktik, para peserta diajarkan teknik-teknik aktif seperti pembelajaran berbasis proyek, diskusi kelompok, dan penggunaan teknologi dalam kelas. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu guru menciptakan suasana belajar yang dinamis, di mana siswa dapat berpartisipasi aktif dan bertanggung jawab atas pembelajaran mereka sendiri. Para guru tampak antusias dan melakukan simulasi dengan semangat tinggi.

Menjelang akhir pelatihan, Dr. Muqowim dan Ziadatul Husnah menekankan perlunya keberlanjutan dalam menerapkan strategi pembelajaran berbasis nilai. “Ini adalah proses yang tidak pernah berhenti; kita harus terus menerus berinovasi dan memperbaiki cara kita mengajar,” kata Dr. Muqowim. Mereka membagikan beberapa sumber daya dan alat yang dapat digunakan oleh para peserta untuk mendukung mereka dalam perjalanan ini.

Kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pendidikan di Pesantren Miftahul Ulum, dengan membekali para pendidik dengan wawasan dan keterampilan baru. Dengan memadukan nilai-nilai inti dalam pembelajaran aktif, diharapkan siswa tidak hanya menjadi cerdas secara akademis, tetapi juga tumbuh sebagai individu yang memiliki karakter kuat dan empati, siap menghadapi tantangan masa depan.

