Penguatan Karakter melalui Strategi Pembelajaran Aktif

Penguatan Karakter melalui Strategi Pembelajaran Aktif

Pada tanggal 29 November 2025, Rumah Kearifan mengadakan kegiatan follow up virtual mengenai “Core Values-Based Learning Strategies” bersama para guru dari Pesantren Miftahul Ulum Banyuwangi. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan guru dari berbagai lembaga pendidikan di bawah Yayasan Pesantren Miftahul Ulum, termasuk Raudlatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA). Dengan format daring, acara ini menjadi solusi positif untuk tetap terhubung meskipun dalam kondisi yang menantang.

Narasumber dalam kegiatan ini adalah dua konsultan pendidikan dari Rumah Kearifan, yaitu Dr. Muqowim, Founder, dan Ziadatul Husnah, M.Pd., Direktur. Mereka bertugas untuk memberikan pendampingan lanjutan kepada lembaga pendidikan yang telah dilatih sebelumnya. “Kami berkomitmen untuk mendampingi sekolah-sekolah agar tetap fokus pada penerapan core values dalam proses pembelajaran,” kata Dr. Muqowim membuka sesi.

… tujuan dari follow up ini adalah untuk memperkuat pemahaman dan penerapan strategi pembelajaran berbasis nilai-nilai inti.

Salah satu tujuan dari follow up ini adalah untuk memperkuat pemahaman dan penerapan strategi pembelajaran berbasis nilai-nilai inti. Dalam pengantar sesi, Ziadatul Husnah menjelaskan, “Strategi ini tidak hanya bermanfaat untuk meningkatkan kualitas akademis, tetapi juga mendukung pengembangan karakter siswa.” Ini menjadi sangat relevan di tengah tantangan pendidikan yang kompleks saat ini.

“Kita harus mengenali bahwa setiap siswa memiliki kecerdasan yang berbeda-beda, dan tugas kita sebagai pendidik adalah menciptakan peluang bagi setiap siswa untuk berkembang sesuai potensi mereka,” ungkap Dr. Muqowim

Sejalan dengan pendekatan strategi pembelajaran, kedua narasumber juga mengacu pada konsep kecerdasan majemuk yang dikemukakan oleh Howard Gardner. “Kita harus mengenali bahwa setiap siswa memiliki kecerdasan yang berbeda-beda, dan tugas kita sebagai pendidik adalah menciptakan peluang bagi setiap siswa untuk berkembang sesuai potensi mereka,” ungkap Dr. Muqowim, menekankan pentingnya diferensiasi dalam pembelajaran.

Sepanjang sesi, peserta diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman dan tantangan yang mereka hadapi dalam menerapkan nilai-nilai inti di kelas. Diskusi interaktif ini menciptakan suasana kolaboratif, di mana guru-guru dari berbagai jenjang dapat saling mendukung dan memberikan solusi atas masalah yang dihadapi. “Kita perlu membangun budaya saling berbagi agar seluruh lembaga dapat tumbuh bersama,” kata salah satu peserta, mencerminkan semangat kolaborasi di antara mereka.

Ziadatul Husnah menekankan bahwa pendampingan ini bukan hanya kegiatan sekali, tetapi merupakan proses berkelanjutan.

Di akhir sesi, Ziadatul Husnah menekankan bahwa pendampingan ini bukan hanya kegiatan sekali, tetapi merupakan proses berkelanjutan. “Kami siap untuk melakukan follow up secara rutin agar semua guru tetap terinspirasi dan berkomitmen untuk menghadirkan pembelajaran berbasis nilai,” katanya, memberikan motivasi kepada para peserta untuk terus bergerak maju.

Kegiatan follow up ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam menciptakan lingkungan belajar yang baik di Pesantren Miftahul Ulum Banyuwangi. Dengan menjadikan core values sebagai landasan dalam strategi pembelajaran, diharapkan mahasiswa tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik. Rumah Kearifan, melalui pendampingan ini, menunjukkan komitmennya untuk mendukung pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.