Merencakan Perubahan Berbasis Core Values

Merencakan Perubahan Berbasis Core Values

Pada tanggal 25 Juli 2025, SMA Al-Islam Surakarta menyelenggarakan pelatihan bertema “Core Values-Based Design for Change” yang bertujuan untuk mendukung program rebranding berbasis nilai-nilai inti sekolah. Nilai-nilai inti yang menjadi landasan dalam kegiatan ini adalah disiplin, ramah, tanggung jawab, dan jujur. Kepala Sekolah, Umi Faizah, S.Pd., membuka acara dengan menyoroti pentingnya penguatan karakter melalui pendidikan yang berbasis pada nilai.

“Perubahan yang berkelanjutan harus berlandaskan pada nilai-nilai inti yang sudah ada dalam sekolah kita,” ujar Dr. Muqowim

Pelatihan ini diisi oleh fasilitator berpengalaman, Dr. Muqowim dari UIN Sunan Kalijaga dan Ziadatul Husnah, M.Pd. dari Rumah Kearifan. Dalam pemaparan mereka, dua narasumber ini menekankan pentingnya melakukan perubahan yang direncanakan dengan baik. “Perubahan yang berkelanjutan harus berlandaskan pada nilai-nilai inti yang sudah ada dalam sekolah kita,” ujar Dr. Muqowim, yang menyemangati seluruh peserta untuk terbuka terhadap proses perubahan.

Dr. Muqowim dan Ziadatul Husnah membagikan model “Design for Change” yang terdiri dari empat langkah: feel, imagine, do, dan share (FIDS).

Dalam sesi ini, Dr. Muqowim dan Ziadatul Husnah membagikan model “Design for Change” yang terdiri dari empat langkah: feel, imagine, do, dan share (FIDS). Langkah pertama, “feel,” mengajak peserta untuk merasakan realitas yang ada dan tantangan yang dihadapi sekolah. “Kita harus memahami apa yang kurang atau perlu ditingkatkan di sekolah ini terkait dengan core values yang telah dipilih,” ungkap Ziadatul Husnah. Peserta pun mulai mendiskusikan tantangan yang mereka hadapi dalam konteks pengajaran dan lingkungan sekolah.

Setelah merasakan tantangan, langkah kedua adalah “imagine,” di mana peserta diajak untuk membayangkan nilai-nilai inti sekolah yang ideal. Narasumber memfasilitasi sesi brainstorming, di mana guru terlibat aktif dalam merumuskan visi dan keputusan yang bermanfaat untuk pengembangan sekolah. “Imaginasi yang kreatif berbasis nilai-nilai inti adalah kunci untuk memulai perubahan,” tambah Dr. Muqowim, memotivasi peserta untuk berpikir di luar batasan yang ada.

Langkah ketiga, “do,” menekankan pentingnya tindakan nyata. Di sini, guru-guru diberikan tugas untuk merancang rencana aksi berdasarkan nilai-nilai inti yang telah dibahas. Ziadatul Husnah menekankan bahwa setiap tindakan harus mencerminkan disiplin, tanggung jawab, dan kejujuran. “Implementasi adalah langkah penting untuk merasakan dampak dari perubahan yang kita inginkan,” katanya.

Sebagai penutup, langkah terakhir yaitu “share,” mengajak peserta untuk berbagi pengalaman dan keberhasilan dalam menerapkan perubahan. “Kita perlu saling mendorong dan mendukung satu sama lain dalam perjalanan ini,” ungkap Dr. Muqowim. Peserta sangat antusias, menggali cara agar dapat mendokumentasikan dan membagikan proses perubahan yang mereka lakukan di sekolah masing-masing.

Dengan melibatkan semua elemen sekolah dalam proses perubahan, diharapkan nilai-nilai inti dapat terintegrasi dengan baik, menjadikan sekolah ini sebagai lingkungan belajar yang lebih baik dan lebih bermakna.

Pelatihan “Core Values-Based Design for Change” di SMA Al-Islam Surakarta ini diharapkan dapat menciptakan kesadaran akan pentingnya perubahan yang terencana dan berbasis nilai dalam pendidikan. Dengan melibatkan semua elemen sekolah dalam proses perubahan, diharapkan nilai-nilai inti dapat terintegrasi dengan baik, menjadikan sekolah ini sebagai lingkungan belajar yang lebih baik dan lebih bermakna. Kegiatan ini menandai langkah awal menuju transformasi positif di SMA Al-Islam Surakarta.