Di tengah dinamika kehidupan yang semakin kompleks, Rumah Kearifan (House of Wisdom) mencanangkan tiga nilai inti (core values) yang menjadi landasan dan pedoman dalam membangun karakter kearifan, yaitu positivity, connectivity, dan sustainability. Founder Rumah Kearifan, Dr. Muqowim, bersama Direktur Rumah Kearifan, Ziadatul Husnah, M.Pd., mengemukakan bahwa nilai-nilai ini bukan hanya sekadar jargon, tetapi merupakan landasan untuk menghadapi berbagai permasalahan dan tantangan di era VUCA—volatility (perubahan yang penuh gejolak), uncertainty (perubahan yang penuh ketidakpastian), complexity (perubahan yang bersifat kompleks), dan ambiguity (perubahan yang sulit diramalkan).

Positivity: Energi Kebaikan
Nilai pertama, positivity, menekankan pentingnya sikap positif dalam setiap aspek kehidupan. Di era yang penuh dengan ketidakpastian dan perubahan cepat, berpikir dan bersikap positif menjadi elemen vital untuk menghadapi situasi yang terus berubah. Dr. Muqowim menjelaskan bahwa dengan membudayakan positivity, setiap individu diharapkan mampu melihat sisi baik dari setiap peristiwa, yang akan membantu mereka untuk tetap optimis, konstruktif, dan produktif.
Sikap positif juga berfungsi sebagai penggerak motivasi, baik secara personal maupun institusional. Ziadatul Husnah, M.Pd. menambahkan bahwa energi positif ini menjadi pembangun semangat kolaborasi yang kuat, di mana individu satu sama lain saling mendukung dan menginspirasi untuk mencapai tujuan bersama. “Dalam dunia yang sering kali dipenuhi informasi negatif (hoax dan fake news yang mengarah pada gejala post-truth), menjadi positif adalah sebuah pilihan yang strategis dan niscaya,” tuturnya.
Di era VUCA, keterhubungan (reconciling tensions and dilemma) menjadi sangat penting karena masalah yang dihadapi sering kali bersifat lintas disiplin dan membutuhkan kolaborasi.
Connectivity: Membangun Jaringan tanpa Batas
Nilai kedua, connectivity, menekankan tentang pentingnya membangun jaringan dan hubungan yang konstruktif antar individu dan organisasi. Di era VUCA, keterhubungan (reconciling tensions and dilemma) menjadi sangat penting karena masalah yang dihadapi sering kali bersifat lintas disiplin dan membutuhkan kolaborasi. Dr. Muqowim menegaskan bahwa dengan saling terhubung, individu dapat saling berbagi pengetahuan dan pengalaman yang memperkaya perspektif (cross-fertilizing).
“Dalam perspektif kearifan, kita perlu menyadari bahwa tidak ada solusi tunggal untuk masalah kompleks. Keterhubungan memungkinkan kita untuk mendapatkan berbagai sudut pandang dan menciptakan solusi inovatif,” ujar Ziadatul Husnah.
“Dalam perspektif kearifan, kita perlu menyadari bahwa tidak ada solusi tunggal untuk masalah kompleks. Keterhubungan memungkinkan kita untuk mendapatkan berbagai sudut pandang dan menciptakan solusi inovatif,” ujar Ziadatul Husnah. Pendekatan ini juga menciptakan komunitas yang saling mendukung, di mana setiap orang merasa diperhatikan dan dihargai.
Sustainability: Keberlanjutan untuk Masa Depan
Nilai ketiga, sustainability, mengajak individu dan organisasi untuk berpikir jauh ke depan dan mempertimbangkan dampak jangka panjang (repercussion) dari setiap ucapan, tulisan, dan tindakan. Dalam konteks Rumah Kearifan, sustainability bukan hanya tentang lingkungan, tetapi juga berkaitan dengan kesejahteraan sosial dan mental-spiritual. “Kita harus bertanggung jawab atas tindakan kita hari ini, agar dapat memberikan masa depan yang lebih baik bagi generasi yang akan datang,” ungkap Dr. Muqowim.

Sustainability juga berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya secara bijak dan adil. Ziadatul Husnah menambahkan bahwa keberlanjutan menjadi indikator utama bagaimana masyarakat mengatur kesejahteraan kolektif tanpa mengorbankan kebutuhan individu. “Dalam dunia yang terus berubah, kesinambungan dan keberlanjutan adalah kunci untuk mencapai kearifan,” tuturnya.

Menghadapi Tantangan VUCA
Dalam menghadapi tantangan di era VUCA, penerapan tiga core values ini menjadi sangat penting dan mendesak. Positivity memberikan dasar yang kuat untuk mengatasi negativity dan ketidakpastian, connectivity menciptakan kerjasama, kolaborasi dan sinergi yang memungkinkan terjadinya kreatifitas dan inovasi, dan sustainability memastikan keberlangsungan dalam segala aspek keehidupan. Ketiga nilai ini bekerja sebagai suatu sistem yang holistik, saling mendukung satu sama lain. Ketiga core values ini menjadi landasan dari setiap program “training and consulting” yang ditawarkan oleh Rumah Kearifan.

Budaya kearifan yang dibangun melalui nilai-nilai inti ini juga membantu individu untuk beradaptasi dan berperan aktif dalam komunitas. “Ketika setiap orang mengenali pentingnya positivity, connectivity, dan sustainability, mereka akan lebih siap untuk mengatasi krisis dan bekerja sama untuk menciptakan solusi yang bermanfaat,” jelas Dr. Muqowim.
Kearifan dalam Tindakan Sehari-hari
Implementasi nilai-nilai ini tidak hanya terbatas pada lingkungan organisasi, tetapi juga perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Baik di rumah, tempat kerja, maupun dalam interaksi sosial, individu didorong untuk menampilkan positivity, menciptakan koneksi yang berarti, dan berpikir untuk keberlanjutan. “Ketika kita mulai dari diri sendiri, maka kita dapat mendorong perubahan dalam skala yang lebih besar,” tutup Ziadatul Husnah.
Dengan membudayakan core values Rumah Kearifan, diharapkan setiap individu dapat menjadi agen perubahan yang positif dalam masyarakat. Tiga nilai inti ini menjadi landasan untuk menghadapi tantangan hidup yang semakin kompleks dan membangun masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan.

