Pada tanggal 1 Februari 2025, SMP Al-Islam Surakarta (SPALSA) mengadakan pelatihan bertema “Rebranding Sekolah Berbasis Nilai” yang dihadiri oleh seluruh staf dan pengelola sekolah. Kegiatan ini dipandu oleh fasilitator berpengalaman, Dr. Muqowim dari UIN Sunan Kalijaga dan Ziadatul Husnah, M.Pd., dari Rumah Kearifan. Kepala Sekolah Eko Supriyanto, M.Pd., membuka acara dengan menyatakan komitmen SPALSA untuk menjadi salah satu “history maker” dalam dunia pendidikan di Surakarta dan sekitarnya.

Dalam sambutannya, Eko Supriyanto menyampaikan bahwa rebranding berbasis nilai-nilai inti merupakan langkah strategis yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. “Core values atau nilai-nilai inti akan menjadi rujukan bagi setiap kebijakan, program, dan pengembangan SDM di sekolah,” ujarnya, menekankan pentingnya kegiatan ini dalam wujud nyata transformasi pendidikan.
Dr. Muqowim menjelaskan pentingnya penerapan nilai-nilai inti dalam setiap aspek kehidupan sekolah.
Dr. Muqowim menjelaskan pentingnya penerapan nilai-nilai inti dalam setiap aspek kehidupan sekolah. “Lima nilai yang dipilih oleh SPALSA—disiplin, jujur, ramah, kerjasama, dan mandiri—harus dihidupkan dalam praktik sehari-hari untuk menciptakan budaya sekolah yang positif,” ungkapnya, menggugah kesadaran peserta untuk lebih menghayati nilai-nilai tersebut.
Ziadatul Husnah juga menambahkan bahwa setiap guru dan tenaga kependidikan harus mampu mencontohkan nilai-nilai tersebut kepada siswa.
Ziadatul Husnah juga menambahkan bahwa setiap guru dan tenaga kependidikan harus mampu mencontohkan nilai-nilai tersebut kepada siswa. “Pendidikan bukan hanya sekedar transfer ilmu, tetapi juga tentang pembentukan karakter. Kita perlu menjadi teladan bagi siswa di dalam dan di luar kelas,” tegasnya, mendorong peserta untuk merumuskan strategi penerapan nilai-nilai tersebut.
Selama pelatihan, peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk mendiskusikan dan merancang strategi implementasi yang sesuai dengan konteks sekolah masing-masing. Diskusi ini menjadi forum untuk bertukar ide dan pengalaman, sehingga memungkinkan setiap peserta saling belajar dan menginspirasi. “Kita perlu saling mendukung dalam menjalankan nilai-nilai ini agar tercipta lingkungan belajar yang harmonis,” kata salah satu peserta, mencerminkan antusiasme mereka.

Ketua Yayasan Perguruan Al-Islam, Prof. Dr. Furqon Hidayatullah, M.Pd., juga hadir untuk memberikan dukungan. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa keberhasilan rebranding ini sangat bergantung pada kerjasama seluruh komponen sekolah. “Kami mendukung penuh langkah SPALSA untuk mengimplementasikan core values ini, karena pendidikan yang baik adalah yang mampu membentuk karakter generasi masa depan,” ujarnya.
Pelatihan “Rebranding Sekolah Berbasis Nilai” di SMP Al-Islam Surakarta ini diharapkan dapat menjadi fondasi bagi sekolah untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang inspiratif dan mendukung pengembangan karakter siswa.
Pelatihan “Rebranding Sekolah Berbasis Nilai” di SMP Al-Islam Surakarta ini diharapkan dapat menjadi fondasi bagi sekolah untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang inspiratif dan mendukung pengembangan karakter siswa. Dengan komitmen terhadap nilai-nilai inti, SPALSA siap mengemban visi sebagai sekolah yang bukan hanya unggul dalam akademis, tetapi juga dalam pembentukan akhlak dan karakter. Kegiatan ini menjadi langkah konkrit menuju pendidikan yang bermutu dan berkelanjutan.

