Pada tanggal 16 September 2025, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Kabupaten Purbalingga menyelenggarakan workshop bertema “Peningkatan Kompetensi Guru SKI”. Kegiatan ini dihadiri oleh para guru SKI dari berbagai sekolah di Kabupaten Purbalingga yang bertekad untuk meningkatkan kualitas pengajaran mereka. Koordinator kegiatan, Zais Mubaraok, M.Pd., membuka acara dengan menyampaikan pentingnya peran guru dalam mendidik generasi yang memahami sejarah dan identitas bangsanya.
Dr. Muqowim menekankan bahwa pembelajaran sejarah haruslah dilakukan dengan cara yang menarik dan menyenangkan.
Kegiatan selanjutnya diisi dengan materi dari pembicara utama, Dr. Muqowim, yang merupakan dosen dari UIN Sunan Kalijaga dan juga founder Rumah Kearifan. Dalam sesi pembukaannya, Dr. Muqowim menekankan bahwa pembelajaran sejarah haruslah dilakukan dengan cara yang menarik dan menyenangkan. “Sejarah tidak seharusnya dianggap sebagai pelajaran yang membosankan. Sebaliknya, sejarah memiliki nilai penting yang haru diketahu dan dipahami untuk membentuk karakter siswa,” ungkapnya.

Dr. Muqowim memperkenalkan konsep pembelajaran sejarah yang rekonstruktif. Ia menjelaskan bahwa dalam pendekatan ini, guru diharapkan untuk mampu mengkonstruksi kembali peristiwa sejarah dengan cara yang dapat membangkitkan minat dan rasa ingin tahu siswa. “Kita perlu menciptakan lingkungan belajar yang positif, di mana siswa merasa terlibat dan termotivasi untuk belajar lebih banyak tentang sejarah mereka,” tambahnya.
Selama workshop, peserta juga dilibatkan dalam diskusi dan simulasi untuk menerapkan prinsip-prinsip yang telah diajarkan. Mereka dibagi dalam kelompok-kelompok kecil dan diminta untuk merancang rencana pembelajaran yang mengintegrasikan pendekatan rekonstruktif tersebut. Dengan cara ini, diharapkan para guru dapat semakin memahami cara menghidupkan pembelajaran sejarah di kelas mereka.

Guru-guru terlihat sangat antusias dan aktif berpartisipasi, saling berbagi ide dan pengalaman dalam pengajaran sejarah. Zais Mubarok, selaku koordinator kegiatan, mengawasi dan memberikan dukungan selama sesi diskusi. “Kegiatan ini diharapkan dapat menjadikan para guru lebih kreatif dalam mengajar sejarah sehingga siswa tidak hanya mengingat fakta, tetapi juga merasakan keterhubungan dengan sejarah,” ujarnya.
Dr. Muqowim menekankan pentingnya pembelajaran sejarah yang kontekstual.
Di akhir sesi, Dr. Muqowim menekankan pentingnya pembelajaran sejarah yang kontekstual. “Mengaitkan pelajaran sejarah dengan konteks lokal dan nilai-nilai budaya yang ada di sekitar kita akan membantu siswa lebih mengenal dan menghargai warisan sejarah mereka,” ujarnya. Ia menekankan bahwa guru memiliki peran kunci dalam membawa siswa lebih dekat dengan sejarah bangsa.
Kegiatan workshop ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kompetensi guru SKI di Kabupaten Purbalingga. Dengan menerapkan pembelajaran sejarah yang rekonstruktif, diharapkan para guru dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermakna bagi siswa, sehingga pentingnya sejarah dapat terinternalisasi dengan baik dalam diri generasi muda.

