Saat Nilai Menjadi Identitas: Inspirasi Rebranding Lembaga Pendidikan.

Webinar nasional bertema “Rebranding Lembaga Pendidikan Berbasis Core Values (Sharing Experiences)” sukses diselenggarakan pada tanggal 4 Maret 2026. Kegiatan ini digelar oleh Rumah Kearifan bekerja sama dengan LP Ma’arif Blitar dan Yayasan Perguruan Al‑Islam Surakarta. Webinar ini diikuti sekitar 80 peserta dari berbagai daerah di Indonesia yang berasal dari kalangan kepala sekolah, dosen, guru, pengelola lembaga pendidikan, serta pegiat pendidikan karakter.

Kegiatan ini digelar oleh Rumah Kearifan bekerja sama dengan LP Ma’arif Blitar dan Yayasan Perguruan Al‑Islam Surakarta. Webinar ini diikuti sekitar 80 peserta dari berbagai daerah di Indonesia yang berasal dari kalangan kepala sekolah, dosen, guru, pengelola lembaga pendidikan, serta pegiat pendidikan karakter.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki pengalaman langsung dalam pengembangan nilai inti lembaga pendidikan. Webinar dipandu oleh moderator Ziadatul Husnah, M.Pd., selaku Direktur Eksekutif Rumah Kearifan, yang mengarahkan diskusi berlangsung dinamis sekaligus reflektif. Diskusi menekankan pentingnya proses rebranding lembaga pendidikan yang tidak sekadar perubahan tampilan, tetapi berakar pada nilai-nilai inti yang diyakini dan dijalankan secara konsisten.

Webinar dipandu oleh moderator Ziadatul Husnah, M.Pd., selaku Direktur Eksekutif Rumah Kearifan, yang mengarahkan diskusi berlangsung dinamis sekaligus reflektif.

Sebagai pembicara kunci, Dr. Mastuki, M.Ag., selaku Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia Kementerian Agama RI, menekankan bahwa lembaga pendidikan di era perubahan cepat perlu memiliki identitas nilai yang kuat. Menurutnya, rebranding yang berbasis core values mampu menjadi fondasi bagi penguatan budaya organisasi sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan. Ia juga menegaskan bahwa nilai-nilai inti harus tercermin dalam kepemimpinan, kurikulum, hingga praktik keseharian di sekolah.

Sebagai pembicara kunci, Dr. Mastuki, M.Ag., selaku Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia Kementerian Agama RI, menekankan bahwa lembaga pendidikan di era perubahan cepat perlu memiliki identitas nilai yang kuat.

Narasumber pertama, Dr. Muqowim, M.Ag., Founder Rumah Kearifan sekaligus Direktur Center for Teaching Staff Development (CSTD) UIN Sunan Kalijaga, memaparkan konsep dasar rebranding berbasis nilai. Menurutnya, banyak lembaga pendidikan melakukan rebranding hanya pada aspek visual dan slogan, namun kurang menyentuh aspek nilai dan budaya. Ia menegaskan bahwa rebranding yang efektif harus dimulai dari refleksi nilai-nilai inti lembaga, kemudian diterjemahkan dalam strategi, program, dan perilaku seluruh warga sekolah.

Narasumber pertama, Dr. Muqowim, M.Ag., Founder Rumah Kearifan sekaligus Direktur Center for Teaching Staff Development (CSTD) UIN Sunan Kalijaga, memaparkan konsep dasar rebranding berbasis nilai.

Dalam paparannya, Muqowim juga berbagi pengalaman Rumah Kearifan dalam pengembangan model rebranding berbasis nilai yang menekankan pentingnya konsistensi antara visi, nilai, dan praktik kelembagaan. Ia menilai bahwa nilai inti yang hidup dalam keseharian sekolah akan membentuk karakter lembaga sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat. Karena itu, proses internalisasi nilai menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan perubahan lembaga.

Narasumber kedua, Kurnia, selaku Kepala SMK Al-Islam Surakarta, membagikan pengalaman praktik rebranding yang dilakukan di sekolahnya. Ia menjelaskan bahwa proses tersebut dimulai dari penguatan nilai bersama yang disepakati oleh guru, siswa, dan manajemen sekolah. Nilai tersebut kemudian diterjemahkan dalam budaya kerja, pembelajaran, serta berbagai program pengembangan karakter siswa.

Narasumber kedua, Kurnia, selaku Kepala SMK Al-Islam Surakarta, membagikan pengalaman praktik rebranding yang dilakukan di sekolahnya.

Sementara itu, narasumber ketiga, Eko Supriadi, Kepala SMP Al-Islam Surakarta, memaparkan pengalaman implementasi core values di tingkat sekolah menengah pertama. Ia mencontohkan bagaimana nilai seperti kemandirian, tanggung jawab, disiplin, kerja sama, dan keramahan diintegrasikan dalam kegiatan belajar, budaya sekolah, serta interaksi sehari-hari antara guru dan siswa.

Narasumber ketiga, Eko Supriadi, Kepala SMP Al-Islam Surakarta, memaparkan pengalaman implementasi core values di tingkat sekolah menengah pertama.

Webinar nasional ini berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan diskusi dari peserta. Para peserta mengapresiasi pengalaman praktis yang dibagikan para narasumber karena memberikan gambaran nyata tentang bagaimana rebranding berbasis nilai dapat diterapkan di lembaga pendidikan. Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak lembaga pendidikan di Indonesia yang mengembangkan identitas kelembagaan yang kuat melalui penguatan core values sebagai fondasi budaya dan praktik pendidikan.

About Beny Setyawan

Koordinator Bidang Penelitian dan Penerbitan Rumah Kearifan (House of Wisdom). Guru SMK Batik 2 Surakarta. Tuton Universitas Terbuka.

View all posts by Beny Setyawan →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *