Pada tanggal 1-5 Desember 2025, Pusat Pengembangan Kompetensi SDM Pendidikan dan Keagamaan, Badan Moderasi Beragama dan Pusat Pengembangan SDM Kementerian Agama RI mengadakan Pelatihan Ekoteologi di Jakarta. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai integrasi nilai-nilai agama dalam konteks pelestarian lingkungan hidup. Dari 2.053 pendaftar, 60 peserta terpilih dari berbagai daerah di Indonesia, yang mencerminkan keberagaman latar belakang dalam upaya menjaga lingkungan secara kolektif.
… pentingnya kesadaran beragama yang lebih menekankan dan mempromosikan keberlanjutan lingkungan.
Acara dibuka secara resmi oleh Sekjen Kementerian Agama, Prof. Dr. Kamaruddin Amin, yang menekankan pentingnya peran agama dalam pelestarian lingkungan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapan agar pelatihan ini dapat memicu kesadaran dan aksi nyata di kalangan peserta untuk berkontribusi lebih aktif dalam menjaga bumi. Prof. Dr. M. Ali Ramdani, Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pusat Pengembangan SDM, juga memberikan sambutan yang menggarisbawahi pentingnya kesadaran beragama yang lebih menekankan dan mempromosikan keberlanjutan lingkungan.

Pelatihan ini menggunakan pendekatan Living Values Education (LVE) yang difasilitasi oleh para trainer terakreditasi LVE yaitu Dr. Budhy Munawar-Rachman (Direktur PCRP/Penasihat Ahli Menteri Agama) sebagai Lead Trainer, Dr. Muqowim (UIN Sunan Kalijaga), Ziadatul Husnah, M.Pd. (Direktur Rumah Kearifan), Rani A. Dewi, M.A. (Innerwork Indonesia Bahagia), Deva A Sebayang, M.A. (PIC Ekoteologi Kementerian Agama), dan Khoirotun Nisak, M.Fil. (Program Officer PCRP). Para pakar ekoteologi dihadirkan dalam pelatihan ini untuk memperkaya perspektif ekoteologi dari berbagai perspektif. Mereka antara lain Prof. Dr. Alie Humaidi (BRIN), Dr. Reza AA Wattimena (Rumah Filsafat), Dewi Kanti (Sunda Wiwitan), Dr. Sunaryo (Universitas Paramadina), Dr. M. Subhi-Ibrahim (Universitas Paramadina), Dr. Fakhruddin Mangunjaya (Universitas Nasional), Jusuf Sutanto (Universitas Pancasila), Cyprianus Lilik (Laudato Si Movement Indonesia), Dr. Ahmad Gaus AF., dan Swary Utami Dewi, M.A. (PCRP).
Pendekatan utama yang digunakan dalam pelatihan ini adalah Living Values Education (LVE), yang menekankan pentingnya nilai-nilai kehidupan dalam mengubah perilaku individu terhadap lingkungan.
Pendekatan utama yang digunakan dalam pelatihan ini adalah Living Values Education (LVE), yang menekankan pentingnya nilai-nilai kehidupan dalam mengubah perilaku individu terhadap lingkungan. Peserta diberi kesempatan untuk mengambil bagian dalam berbagai aktivitas interaktif dan diskusi, yang memperkuat pemahaman mereka tentang hubungan antara agama dan ekologi. Metode pembelajaran ini bertujuan untuk menjadikan peserta tidak hanya penerima ilmu, tetapi juga agen perubahan di komunitas mereka.

Pelatihan Ekoteologi ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada implementasi praktis dari nilai-nilai yang telah dibahas. Melalui pengalaman langsung dan diskusi yang interaktif, peserta dilatih untuk melihat potensi tindakan individu dan komunitas dalam pelestarian lingkungan. Beberapa strategi dan inisiatif yang diusulkan diharapkan dapat diadopsi oleh peserta saat mereka kembali ke komunitas masing-masing.
… komitmen bersama peserta untuk menerapkan nilai-nilai ekoteologi dalam kehidupan sehari-hari.
Akhir pelatihan ditandai dengan komitmen bersama peserta untuk menerapkan nilai-nilai ekoteologi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pengetahuan dan pengalaman baru yang diperoleh, diharapkan mereka dapat menjadi duta penggerak perubahan yang efektif dalam masyarakat, mengedukasi orang lain untuk menjaga lingkungan, serta membangun jembatan antara kepercayaan dan tanggung jawab lingkungan. Pelatihan ini merupakan langkah penting dalam mengintegrasikan moderasi beragama dan kesadaran lingkungan di Indonesia.

