Koordinasi Program Penguatan Kompetensi Interdisipliner bagi Calon Guru Pendidikan Agama

Koordinasi Program Penguatan Kompetensi Interdisipliner bagi Calon Guru Pendidikan Agama

Pada tanggal 5 November 2025, Kampus Universitas Sanata Dharma Yogyakarta menjadi tuan rumah kegiatan koordinasi program “Penguatan Kompetensi Interdisipliner bagi Mahasiswa Calon Guru Pendidikan Agama”. Kegiatan ini diinisiasi oleh PAPPIRUS (Perkumpulan Pengembang Pendidikan Interreligius), sebuah perkumpulan yang bergerak untuk mengembangkan pendidikan agama-agama yang terbuka pada keragaman dalam masyarakat, mendorong saling pengertian dan kerjasama antarkelompok untuk menghadapi persoalan kemanusiaan bersama.


Hadir dalam koordinasi ini Romo Dr. Andreas Setyawan SJ dari Universitas Sanata Dharma, Dr. Mizan Habibi dari Universitas Islam Indonesia, Prof. Dr. Tabita Kartika Christiani dari Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), dan Dr. Muqowim dari UIN Sunan Kalijaga yang juga founder Rumah Kearifan. Hadir juga pada kesempatan ini Pengurus PAPPIRUS yaitu Dra. Anis Farikhatin, M.Pd., Listia, M.A., dan Khristina Antariningsih, M.Hum.

Di antara fokus pembahasan dalam pertemuan ini terkait dengan desain modul yang akan dibuat misalnya tentang outcome, materi pokok, proses pembelajaran, dan evaluasi keberhasilan program.


Pertemuan ini pada dasarnya merupakan salah satu dari rangkaian koordinasi untuk menyatukan persepsi banyak pihak terkait program bersama yang akan diselenggarakan di empat kampus secara gotong royong, yaitu Universitas Sanata Dharma (USD), Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), UIN Sunan Kalijaga, dan Universitas Islam Indonesia (UII). Di antara fokus pembahasan dalam pertemuan ini terkait dengan desain modul yang akan dibuat misalnya tentang outcome, materi pokok, proses pembelajaran, dan evaluasi keberhasilan program.


Setidaknya ada tiga tujuan pokok dari program ini. Pertama, menyelenggarakan kegiatan perkuliahan kokurikuler bersama antarlembaga Perguruan Tinggi yang menyiapkan calon guru agama. Kedua, menyediakaan model perkuliahan yang dapat memperkuat kompetensi interdisipliner melalui aktivitas yang bermuatan dialog dan kerjasama antarkelompok untuk menghadapi tantangan kehidupan bersama sesuai yang dipilih peserta. Ketiga, menyediakan pengalaman belajar bagi mahasiswa calon guru untuk memperkuat kreativitas dalam mengembangkan pendekatan belajar agama yang memperkuat karakater pro-eksistensi dalam masyarakat majemuk melalui beragam bentuk aktivitas pembelajaran mendalam.

About Beny Setyawan

Koordinator Bidang Penelitian dan Penerbitan Rumah Kearifan (House of Wisdom). Guru SMK Batik 2 Surakarta. Tutor Universitas Terbuka.

View all posts by Beny Setyawan →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *