Membentuk Karakter Positif Sejak Dini

Membentuk Karakter Positif Sejak Dini

Pada tanggal 26 Juli 2025, SMK Al-Islam Surakarta menggelar pelatihan bertema “Values-Based Parenting,” yang dihadiri oleh seluruh orang tua siswa. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan keterampilan dalam mendidik anak dengan pendekatan berbasis nilai. Kepala Sekolah, Kurnia Aprianto, membuka acara dengan menjelaskan pentingnya peran orang tua dalam membentuk karakter anak sejak dini.

“Sebanyak 80% karakter manusia terbentuk dalam masa emas, yaitu enam tahun pertama kehidupan,” ungkap Dr. Muqowim.

Fasilitator dalam acara ini adalah Dr. Muqowim dari UIN Sunan Kalijaga dan Ziadatul Husnah, M.Pd. dari Rumah Kearifan. Keduanya berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai pentingnya pengasuhan yang mengedepankan nilai-nilai positif. “Sebanyak 80% karakter manusia terbentuk dalam masa emas, yaitu enam tahun pertama kehidupan,” ungkap Dr. Muqowim. Pernyataan ini meningkatkan kesadaran bagi semua orang tua yang hadir tentang pentingnya pengasuhan dalam fase kritis ini.

Dr. Muqowim kemudian menjelaskan bahwa pengasuhan berbasis nilai cinta dan kearifan merupakan langkah strategis untuk membentuk karakter anak. “Nilai-nilai ini tidak hanya sekadar diajarkan, tetapi perlu diterapkan langsung dalam kehidupan sehari-hari,” katanya. Peserta sangat antusias, secara aktif mencatat dan mengikuti diskusi yang dipandu oleh kedua narasumber.

Ziadatul Husnah melanjutkan dengan menekankan pentingnya menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung pengasuhan berbasis nilai.

Ziadatul Husnah melanjutkan dengan menekankan pentingnya menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung pengasuhan berbasis nilai. “Orang tua adalah contoh pertama bagi anak. Apa yang kita lakukan di rumah adalah cerminan dari nilai yang kita ajarkan,” ungkapnya. Komentar ini mengundang refleksi di antara para peserta, membuat mereka menyadari betapa besar dampak perilaku mereka terhadap perkembangan karakter anak.

Selama sesi interaktif, peserta diberi kesempatan untuk berbagi pengalaman mereka dalam mengasuh anak. Diskusi ini menciptakan suasana saling mendukung dan berbagi solusi tentang tantangan yang dihadapi. Para orang tua memberikan ide-ide kreatif tentang bagaimana mereka dapat menerapkan nilai-nilai yang telah dibahas dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini memperkuat komitmen untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi anak-anak mereka.

Sebagai penutup, Kurnia Aprianto menekankan bahwa pengasuhan berbasis nilai adalah tanggung jawab bersama. “Mari kita bahu-membahu dalam mendidik anak-anak kita sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang berkarakter dan mampu menghadapi tantangan di masa depan,” ajaknya. Suasana di akhir acara terasa penuh harapan dan semangat untuk melakukan perubahan positif dalam pola pengasuhan.

Pelatihan “Values-Based Parenting” ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi keluarga di SMK Al-Islam Surakarta. Dengan penerapan nilai-nilai cinta dan kearifan dalam pengasuhan, diharapkan anak-anak dapat tumbuh menjadi individu yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan berakhlak mulia. Acara ini menjadi langkah awal yang penting dalam menciptakan generasi masa depan yang lebih baik.