Menembus Batas Pemahaman Pembelajaran Mendalam

Menembus Batas Pemahaman Pembelajaran Mendalam

Pada tanggal 9 Agustus 2025, SDIT Mutiara Ilmu Delanggu menggelar workshop bertajuk “Memahami Pembelajaran Mendalam pada Tingkat SD.” Acara ini dihadiri oleh para guru dari berbagai jenjang di sekolah tersebut dan dipimpin oleh Dr. Muqowim dari UIN Sunan Kalijaga serta Rumah Kearifan. Dengan tema yang menarik ini, diharapkan para pendidik dapat memperluas wawasan mereka mengenai konsep deep learning dalam pendidikan.

Dr. Muqowim menjelaskan bahwa pembelajaran mendalam meliputi tiga prinsip utama: mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning.

Dalam pemaparannya, Dr. Muqowim menjelaskan bahwa pembelajaran mendalam meliputi tiga prinsip utama: mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning. “Pembelajaran mendalam bukan sekadar transfer pengetahuan, tetapi proses aktif di mana siswa terlibat secara emosional dan intelektual,” ujarnya. Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, diharapkan proses belajar mengajar menjadi lebih bermakna dan menyenangkan bagi siswa.

Dr. Muqowim menekankan pentingnya mindful learning, yang menyiratkan kesadaran penuh dalam proses belajar. “Siswa yang terlibat secara sadar dalam belajar dapat memahami materi dengan lebih dalam,” jelasnya. Dalam praktiknya, ini berarti guru harus menciptakan lingkungan yang mendukung konsentrasi dan perhatian siswa selama proses belajar.

Selanjutnya, ia membahas meaningful learning, yaitu pembelajaran yang mengaitkan informasi baru dengan pengetahuan sebelumnya. “Ketika siswa dapat melihat keterkaitan antara apa yang mereka pelajari dan kehidupan sehari-hari, mereka akan lebih termotivasi untuk belajar,” tuturnya, menyoroti pentingnya relevansi dalam pendidikan.

Prinsip ketiga, joyful learning, diarahkan pada menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Menurut Dr. Muqowim, ketika siswa merasa senang, mereka lebih mungkin untuk terlibat aktif dan mempertahankan informasi yang dipelajari. “Penting bagi kita untuk menciptakan pengalaman belajar yang positif, agar siswa tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga mencintai proses belajar itu sendiri,” tegasnya.

… para guru diberikan kesempatan untuk berbagi praktik terbaik dan tantangan yang mereka hadapi dalam menerapkan pembelajaran mendalam.

Dalam sesi diskusi interaktif, para guru diberikan kesempatan untuk berbagi praktik terbaik dan tantangan yang mereka hadapi dalam menerapkan pembelajaran mendalam. Banyak guru mengungkapkan bahwa perubahan kurikulum sering kali dianggap hanya sebagai aspek teknis yang tidak membawa perubahan berarti dalam praktik kelas. “Kami ingin mengubah paradigma ini, agar pembelajaran mendalam bisa diterapkan secara esensial,” kata salah satu guru, menandakan semangat transformasi di kalangan peserta.

Dengan penekanan pada hakikat pembelajaran yang substansial, SDIT Mutiara Ilmu Delanggu berharap dapat mengubah cara siswa belajar dan menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan mencintai ilmu pengetahuan.

Workshop ini diakhiri dengan kesepakatan untuk menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran mendalam dalam rencana pembelajaran ke depan. “Mari kita raih visi pendidikan yang lebih bermakna dan senang, bukan sekadar formalitas kurikulum,” tutup Dr. Muqowim. Dengan penekanan pada hakikat pembelajaran yang substansial, SDIT Mutiara Ilmu Delanggu berharap dapat mengubah cara siswa belajar dan menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan mencintai ilmu pengetahuan.