Mengukir Masa Depan Pendidikan: Refleksi dan Evaluasi Rebranding Di Yayasan Perguruan Al-Islam

Mengukir Masa Depan Pendidikan: Refleksi dan Evaluasi Rebranding Di Yayasan Perguruan Al-Islam

Pada tanggal 31 Mei 2025, Yayasan Perguruan Al-Islam mengadakan acara refleksi dan evaluasi mengenai upaya rebranding berbasis nilai-nilai inti. Dalam suasana yang penuh harapan, kegiatan ini bertujuan untuk menakar sejauh mana program rebranding membawa perubahan di lima sekolah di bawah naungannya. Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Ketua Dewan Pembina, Widadi, MM., dan Ketua Yayasan, Prof. Dr. Furqon Hidayatullah, bersama Sekretaris, Ali Ghufron.

Pembicara utama Dr. Muqowim dari UIN Sunan Kalijaga dan Rumah Kearifan membuka diskusi dengan paparan mengenai pentingnya menerapkan nilai-nilai inti dalam setiap aspek pendidikan.

Pembicara utama Dr. Muqowim dari UIN Sunan Kalijaga dan Rumah Kearifan membuka diskusi dengan paparan mengenai pentingnya menerapkan nilai-nilai inti dalam setiap aspek pendidikan. “Rebranding bukan sekadar perubahan nama, tetapi transformasi berarti yang melibatkan kolaborasi di antara semua pemangku kepentingan,” jelasnya. Pesan ini berhasil menarik perhatian peserta yang hadir, menyadarkan mereka akan tanggung jawab kolektif dalam proses perubahan.

Ziadatul Husnah, M.Pd., juga turut berbagi pandangannya mengenai penguatan karakter yang merupakan dasar dari pendidikan berkualitas.

Ziadatul Husnah, M.Pd., juga turut berbagi pandangannya mengenai penguatan karakter yang merupakan dasar dari pendidikan berkualitas. “Setiap individu di dalam lembaga ini memiliki peran penting dalam menerapkan nilai-nilai inti yang meliputi disiplin, tanggung jawab, dan kejujuran,” ungkapnya. Dengan penjelasan yang jelas dan inspiratif, Ziadatul berhasil mendorong peserta untuk berkomitmen dalam pelaksanaan program rebranding.

Selama sesi diskusi yang dinamis, peserta diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman, tantangan, dan solusi yang telah mereka temui selama implementasi rebranding. Banyak di antara mereka yang aktif menyinggung pentingnya dukungan serta kerjasama antara guru, staf, dan orang tua. Diskusi ini memfasilitasi suasana saling mendukung dan menciptakan sinergi untuk pemecahan masalah yang lebih efektif.

Prof. Dr. Furqon Hidayatullah, sebagai Ketua Yayasan, menekankan bahwa proses monitoring dan evaluasi (monev) harus dilakukan secara berkala. “Tanpa evaluasi yang jujur, kita tidak akan bisa mengetahui keberhasilan dan tantangan yang perlu diatasi,” paparnya. Pernyataan ini mengingatkan semua peserta bahwa keberhasilan rebranding bergantung pada komitmen mereka untuk memastikan evaluasi berlangsung dengan efektif dan akuntabel.

Kegiatan ini juga menyoroti perlunya mereview kebijakan, program, dan sumber daya manusia yang mendukung pelaksanaan rebranding di lima lembaga pendidikan. Monev yang komprehensif akan memberikan peta jalan bagi semua pihak untuk menjaga momentum perubahan dan meningkatkan kualitas pendidikan berbasis nilai di SMA Al-Islam 1 Surakarta, SMP 1 Al-Islam Surakarta, SMK Al-Islam Surakarta, MA Al-Islam Surakarta, dan MI Program Khusus Al-Islam Surakarta.

Sebagai penutup, Dr. Muqowim dan Ziadatul Husnah menyerukan kepada semua peserta untuk menjaga semangat kolaborasi dalam mendampingi proses rebranding.

Sebagai penutup, Dr. Muqowim dan Ziadatul Husnah menyerukan kepada semua peserta untuk menjaga semangat kolaborasi dalam mendampingi proses rebranding. “Mari bersama kita ciptakan lingkungan belajar yang lebih baik, di mana nilai-nilai inti menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari siswa,” ajak mereka. Dengan semangat baru ini, acara diharapkan mampu menjadi pijakan kuat untuk transformasi pendidikan di Yayasan Perguruan Al-Islam dan menyongsong masa depan yang lebih cerah.