Menjadi Pendidik Tangguh di Era Digital

Menjadi Pendidik Tangguh di Era Digital

Pada tanggal 6 November 2025, Gugus Sewon Bantul mengadakan kegiatan pelatihan dengan tema “Menjadi Pendidik Tangguh di Era Digital”. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 200 guru dari berbagai sekolah dan madrasah, yang datang untuk mendapatkan wawasan dan keterampilan baru guna meningkatkan profesionalisme mereka di tengah perkembangan teknologi yang pesat. Pembicara utama acara ini adalah Dr. Muqowim dari Rumah Kearifan, yang dikenal sebagai pakar dalam edukasi dan pengembangan soft skills.

Dr. Muqowim menekankan bahwa di era digital ini, guru tidak hanya dituntut untuk menguasai materi ajar, tetapi juga harus memiliki keterampilan interpersonal yang baik.

Dalam kegiatan ini, Dr. Muqowim menekankan bahwa di era digital ini, guru tidak hanya dituntut untuk menguasai materi ajar, tetapi juga harus memiliki keterampilan interpersonal yang baik. “Soft skills seperti komunikasi, kolaborasi, dan kemampuan beradaptasi sangat penting dalam menghadapi tantangan pendidikan modern,” ujarnya. Peserta mendengarkan dengan penuh perhatian saat beliau menjelaskan bagaimana soft skills dapat mempengaruhi proses pembelajaran dan hubungan antara guru dan siswa.

Dr. Muqowim mengajak peserta untuk berbagi pengalaman tantangan yang mereka hadapi di kelas.

Pelatihan dibuka dengan sesi diskusi interaktif, di mana Dr. Muqowim mengajak peserta untuk berbagi pengalaman tantangan yang mereka hadapi di kelas. Hal ini mendorong para peserta untuk saling berbagi strategi dan solusi yang mereka gunakan dalam mengatasi berbagai kendala di era digital. Suasana sangat akrab dan kolaboratif, yang memungkinkan ide-ide baru muncul di antara para pendidik.

Setelah sesi diskusi, Dr. Muqowim melanjutkan dengan memberikan materi tentang teknik-teknik pengembangan soft skills. Ia menjelaskan berbagai metode, seperti pembelajaran berbasis proyek dan pendekatan kooperatif, yang dapat diterapkan di kelas. Ia juga memperkenalkan berbagai alat digital yang dapat mendukung pembelajaran dan membantu guru berinovasi dalam penyampaian materi.

Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan dan diskusi yang berlangsung. Mereka menyadari pentingnya penguasaan teknologi dan keterampilan interpersonal untuk menyiapkan siswa menjadi generasi yang kompetitif di masa depan. Menurut salah satu peserta, pelatihan ini memberikan pencerahan dan motivasi baru bagi mereka untuk terus belajar dan beradaptasi.

Menjelang akhir acara, Dr. Muqowim mengingatkan bahwa keberhasilan dalam pendidikan bukan hanya ditentukan oleh pengetahuan akademis, tetapi juga oleh kemampuan untuk membangun hubungan yang baik dengan siswa. “Seorang pendidik yang tangguh adalah mereka yang mampu beradaptasi dan terus belajar, baik dari pengalaman pribadi maupun dari rekan-rekannya,” tambahnya.

Kegiatan pelatihan ini diharapkan tidak hanya menginspirasi guru-guru yang hadir, tetapi juga menciptakan jaringan kolaborasi antarpendidik di Gugus Sewon Bantul. Dengan kemampuan dan sikap yang tangguh, diharapkan mereka akan siap menghadapi berbagai tantangan di era digital dan mampu memberikan yang terbaik bagi siswa-siswa mereka.