Pada tanggal 31 Juli 2025, MI Program Khusus Al-Islam Surakarta menggelar pelatihan bertema “Core Values-Based Design for Change”. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pendampingan yang dilaksanakan oleh Rumah Kearifan, yang didirikan oleh Dr. Muqowim, dosen dari UIN Sunan Kalijaga. Pelatihan ini bertujuan untuk membantu madrasah dalam proses rebranding dengan memfokuskan pada penerapan nilai-nilai inti sebagai landasan perubahan yang efektif.
Pembukaan acara dihadiri oleh Agus Triyono sebagai Kepala Madrasah dan Direktur Rumah Kearifan, Ziadatul Husnah, M.Pd. Dalam kesempatan ini Ziadatul Husnah menjelaskan tentang pentingnya rebranding berbasis nilai. “Setiap lembaga pendidikan perlu memiliki arah dan tujuan yang jelas, dan itu harus dilandasi oleh nilai-nilai inti yang kita pegang,” ujarnya. Peserta pelatihan, yang terdiri dari guru dan pengurus madrasah, menunjukkan antusiasme tinggi dalam menyimak penjelasan ini.
Dr. Muqowim menjelaskan bahwa setiap kebijakan dan program yang diterapkan di madrasah harus berlandaskan pada core values yang telah ditetapkan, yakni disiplin, tanggung jawab, integritas, kreativitas, dan ramah.
Dalam sesi pelatihan, Dr. Muqowim menjelaskan bahwa setiap kebijakan dan program yang diterapkan di madrasah harus berlandaskan pada core values yang telah ditetapkan, yakni disiplin, tanggung jawab, integritas, kreativitas, dan ramah. “Perubahan yang bertahan tidak hanya berbasis pada teknik, tetapi juga harus mengakar pada nilai-nilai yang menjadi identitas madrasah kita,” jelasnya. Hal ini memberikan motivasi baru bagi peserta untuk berpikir lebih dalam mengenai filosofi pengajaran mereka.
Peserta kemudian dibagi dalam kelompok kecil untuk mendiskusikan bagaimana mengintegrasikan nilai-nilai inti tersebut dalam program dan kebijakan madrasah. Diskusi ini menghasilkan berbagai ide inovatif yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan lingkungan belajar di MI Program Khusus Al-Islam Surakarta. Para guru terlihat antusias mencurahkan pemikiran kreatif mereka, membentuk rencana aksi yang jelas.
Ziadatul Husnah memberikan contoh nyata tentang lembaga pendidikan yang telah berhasil menerapkan core values dalam kebijakan mereka. “Ketika nilai-nilai ini dijadikan sebagai pondasi, perubahan yang dihasilkan akan lebih berkelanjutan dan bermakna,” tambahnya.
Di tengah sesi, Ziadatul Husnah memberikan contoh nyata tentang lembaga pendidikan yang telah berhasil menerapkan core values dalam kebijakan mereka. “Ketika nilai-nilai ini dijadikan sebagai pondasi, perubahan yang dihasilkan akan lebih berkelanjutan dan bermakna,” tambahnya. Cerita-cerita inspiratif ini semakin menguatkan semangat para peserta untuk melakukan perubahan yang positif.

Sebagai penutup, Dr. Muqowim menekankan pentingnya kolaborasi dalam mengimplementasikan nilai-nilai inti di lingkungan madrasah. “Semua anggota komunitas madrasah, dari guru hingga siswa, harus menjalani proses ini bersama-sama agar hasilnya lebih maksimal,” ujarnya. Kegiatan ini memberikan rasa kebersamaan yang kuat di antara peserta dan memperkuat komitmen mereka untuk mewujudkan perubahan.
Dengan mengintegrasikan nilai-nilai inti dalam setiap aspek pendidikan, diharapkan madrasah ini dapat menjadi tempat belajar yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga mampu membentuk generasi yang berkarakter dan bermoral.
Pelatihan Core Values-Based Design for Change di MI Program Khusus Al-Islam Surakarta diharapkan dapat menjadi langkah awal yang strategis dalam memperkuat karakter dan identitas madrasah. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai inti dalam setiap aspek pendidikan, diharapkan madrasah ini dapat menjadi tempat belajar yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga mampu membentuk generasi yang berkarakter dan bermoral.

