Pada tanggal 18 Oktober 2025, Pesantren Miftahul Ulum Bengkak di Banyuwangi menyelenggarakan pelatihan bertemakan “Parenting Berbasis Nilai Cinta dan Kearifan”. Kegiatan ini dihadiri oleh orang tua santri dan para pendidik yang ingin memperdalam pemahaman tentang pengasuhan yang efektif dan bermakna. Pembicara dalam acara tersebut adalah Dr. Muqowim dari UIN Sunan Kalijaga dan Ziadatul Husnah, M.Pd. dari Rumah Kearifan, yang memiliki perhatian khusus terhadap penguatan karakter anak.

Pembukaan acara dilakukan oleh Abuya KH Hayatul Ihsan, M.Pd., yang menekankan pentingnya peran orang tua dalam membentuk karakter anak. “Lingkungan keluarga adalah fondasi utama dalam pendidikan karakter. Sebanyak 80% karakter manusia terbentuk di masa emas kehidupan, yaitu pada enam tahun pertama,” ujarnya. Peserta mendengarkan dengan antusias, menyadari tanggung jawab besar yang mereka emban.
Dr. Muqowim kemudian menjelaskan bahwa pengasuhan berbasis nilai cinta bukan hanya sekadar memberi materi atau pendidikan formal, tetapi juga mencakup aspek emosional dan spiritual.
Dr. Muqowim kemudian menjelaskan bahwa pengasuhan berbasis nilai cinta bukan hanya sekadar memberi materi atau pendidikan formal, tetapi juga mencakup aspek emosional dan spiritual. “Anak perlu merasa dicintai, dihargai, dan dipahami agar mereka dapat tumbuh menjadi individu yang berkarakter kuat,” katanya. Pemaparan ini memicu diskusi tentang bagaimana orang tua dapat mewujudkan cinta dan kearifan dalam pengasuhan sehari-hari.
Ziadatul Husnah melanjutkan dengan membagikan tips praktis mengenai cara menerapkan nilai cinta dalam interaksi dengan anak.
Ziadatul Husnah melanjutkan dengan membagikan tips praktis mengenai cara menerapkan nilai cinta dalam interaksi dengan anak. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka dan jujur, serta memberi contoh yang baik dalam kehidupan sehari-hari. “Anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat, jadi kita sebagai orang tua harus menjadi teladan bagi mereka,” tambahnya. Sesi ini memberikan banyak wawasan berharga bagi peserta.

Selama kegiatan, para peserta dibagi ke dalam kelompok kecil untuk mendiskusikan pengalaman mereka dalam mengasuh anak. Diskusi ini menciptakan suasana saling berbagi dan mendukung, di mana para orang tua dapat saling bertukar saran dan solusi. Dengan pengalaman yang beragam, peserta merasa lebih termotivasi untuk menerapkan prinsip-prinsip yang telah dibahas.

Di akhir sesi, Dr. Muqowim menekankan bahwa pengasuhan yang efektif memerlukan konsistensi dan kesungguhan. “Proses ini bukanlah sesuatu yang instan; dibutuhkan waktu dan usaha untuk melihat perubahan yang positif pada karakter anak,” ujarnya. Peserta diingatkan untuk terus belajar dan berkembang sebagai orang tua, agar dapat memberikan yang terbaik bagi anak-anak mereka.

Dengan menerapkan nilai cinta dan kearifan dalam pengasuhan, diharapkan anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, peka terhadap nilai-nilai sosial, dan siap menghadapi tantangan di masa depan.
Kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat memberi dampak positif bagi orang tua dan lingkungan di Pesantren Miftahul Ulum. Dengan menerapkan nilai cinta dan kearifan dalam pengasuhan, diharapkan anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, peka terhadap nilai-nilai sosial, dan siap menghadapi tantangan di masa depan. Kegiatan ini menjadi tonggak awal yang baik dalam memperkuat kualitas pengasuhan di lingkungan pesantren.

