Pada tanggal 17 November 2025, Jannatun Na’im International College (JANIC) Bandar Lampung mengadakan pelatihan mengenai “Sekolah Ramah HAM.” Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman para pendidik tentang pentingnya penerapan prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia (HAM) dalam lingkungan pendidikan. Pelatihan ini dihadiri oleh seluruh guru dari jenjang SMP dan SMA yang berada di bawah Yayasan Jannatun Na’im.
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari pihak yayasan yang menekankan pentingnya pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai HAM. Mereka menyatakan komitmen untuk menjadikan JANIC sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga peduli terhadap hak-hak setiap individu di dalam komunitas sekolah.
Narasumber dalam pelatihan ini adalah Ziadatul Husnah, M.Pd., Direktur Rumah Kearifan, dan Dr. Muqowim, dosen dari FITK UIN Sunan Kalijaga.
Narasumber dalam pelatihan ini adalah Ziadatul Husnah, M.Pd., Direktur Rumah Kearifan, dan Dr. Muqowim, dosen dari FITK UIN Sunan Kalijaga. Ziadatul Husnah memulai sesi dengan menjelaskan konsep dasar tentang HAM dan relevansinya dalam konteks pendidikan. Beliau menekankan bahwa setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang berkualitas tanpa diskriminasi. Diskusi seputar bagaimana menciptakan lingkungan yang mendukung hak setiap individu untuk belajar dengan nyaman dan aman menjadi fokus utama.

Dr. Muqowim melanjutkan dengan memberikan wawasan lebih dalam mengenai penerapan HAM dalam praktik sehari-hari di sekolah. Dalam paparan materi, beliau menjelaskan berbagai cara untuk menerapkan nilai-nilai HAM melalui kurikulum dan interaksi di sekolah. Peserta diajak untuk berperan aktif dalam menciptakan sekolah yang ramah dan inklusif, di mana setiap siswa merasa dihargai dan diakomodasi kebutuhan serta keunikan mereka.
Selama pelatihan, peserta terlibat dalam diskusi interaktif dan kegiatan kelompok. Mereka diminta untuk berbagi pengalaman terkait tantangan yang dihadapi dalam mengimplementasikan HAM di lingkungan sekolah. Diskusi ini mendorong partisipasi aktif dan saling tukar pikiran, menghasilkan ide-ide baru untuk menciptakan sekolah ramah HAM.

Menjelang akhir acara, Ziadatul Husnah dan Dr. Muqowim memberikan kesempatan kepada peserta untuk membuat komitmen individu dan kolektif tentang langkah-langkah yang akan diambil untuk menerapkan prinsip HAM di sekolah masing-masing. Mereka berpesan agar para guru tidak hanya memahami teori, tetapi juga berani mengambil tindakan konkret dalam menciptakan lingkungan belajar yang adil dan ramah.
Dengan motivasi dan wawasan yang diperoleh dari pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat kembali ke sekolah dengan semangat baru untuk menerapkan prinsip-prinsip hak asasi manusia dalam pengajaran dan lingkungan sekolah.
Dengan motivasi dan wawasan yang diperoleh dari pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat kembali ke sekolah dengan semangat baru untuk menerapkan prinsip-prinsip hak asasi manusia dalam pengajaran dan lingkungan sekolah. Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam menciptakan pendidikan yang lebih manusiawi dan memperhatikan hak-hak setiap individu di dalamnya.

