Rebranding Berbasis Nilai-nilai Inti di Yayasan Perguruan Al-Islam Surakarta

Rebranding Berbasis Nilai-nilai Inti di Yayasan Perguruan Al-Islam Surakarta

Pada tanggal 8 November 2025, Yayasan Perguruan Al-Islam Surakarta melaksanakan kegiatan rebranding yang berfokus pada nilai-nilai inti (core values) institusi. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat identitas dan arah lembaga pendidikan dalam menghadapi tantangan zaman. Sebagai narasumber dan konsultan, Dr. Muqowim dan Ziadatul Husnah, M.Pd. dari Rumah Kearifan, hadir untuk memberikan bimbingan dan perspektif dalam proses rebranding ini.

Dr. Muqowim menjelaskan pentingnya fundamental nilai-nilai inti dalam mendefinisikan visi dan misi suatu lembaga.

Dalam pembukaan acara, Dr. Muqowim menjelaskan pentingnya fundamental nilai-nilai inti dalam mendefinisikan visi dan misi suatu lembaga. “Rebranding bukan sekadar perubahan nama atau logo, tetapi adalah usaha untuk kembali pada esensi yang lebih mendalam dan mempertajam visi lembaga,” katanya. Peserta yang terdiri dari guru, staf, dan pengurus yayasan tampak antusias mengikuti penjelasan tersebut.

Ziadatul Husnah, M.Pd. melanjutkan dengan memaparkan tahapan proses rebranding yang dilakukan oleh Rumah Kearifan. Ia menyatakan bahwa langkah pertama adalah mengidentifikasi nilai-nilai inti yang sudah ada dan memastikan bahwa semua pemangku kepentingan terlibat dalam diskusi ini.

Ziadatul Husnah, M.Pd. melanjutkan dengan memaparkan tahapan proses rebranding yang dilakukan oleh Rumah Kearifan. Ia menyatakan bahwa langkah pertama adalah mengidentifikasi nilai-nilai inti yang sudah ada dan memastikan bahwa semua pemangku kepentingan terlibat dalam diskusi ini. Partisipasi semua pihak sangat penting agar nilai-nilai tersebut benar-benar mencerminkan aspirasi dan harapan komunitas pendidikan di Al-Islam.

Selama sesi diskusi, peserta diajak untuk berkontribusi dalam merumuskan nilai-nilai inti yang relevan dengan konteks Yayasan Perguruan Al-Islam. Beberapa nilai yang diusulkan termasuk integritas, inovasi, dan kolaborasi. Melalui pendekatan partisipatif ini, diharapkan bahwa semua pihak merasa memiliki keterikatan dengan nilai-nilai yang disepakati.

Acara dilanjutkan dengan workshop di mana peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mendalami nilai-nilai inti yang sudah dirumuskan. Setiap kelompok diberikan waktu untuk merancang strategi implementasi yang memungkinkan nilai-nilai tersebut tertanam dalam budaya sehari-hari di lembaga. Kegiatan ini menciptakan suasana yang energik dan produktif, dengan banyak ide kreatif yang dihasilkan.

Pada akhir kegiatan, Dr. Muqowim menekankan bahwa keberhasilan rebranding ini sangat bergantung pada konsistensi dalam pelaksanaan nilai-nilai inti tersebut. “Ini adalah perjalanan yang berkelanjutan dan memerlukan komitmen dari semua pihak,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa monitoring dan evaluasi juga perlu dilakukan agar setiap langkah menuju penguatan nilai-nilai inti dapat terukur dan terarah.

Dengan adanya pemahaman yang utuh mengenai nilai-nilai inti, diharapkan lembaga akan semakin solid dan mampu berkembang pesat di masa depan yang penuh tantangan ini.

Kegiatan rebranding yang dilaksanakan di Yayasan Perguruan Al-Islam Surakarta ini diharapkan dapat memberi dampak positif tidak hanya pada institusi, tetapi juga pada seluruh komunitas pendidikan. Dengan adanya pemahaman yang utuh mengenai nilai-nilai inti, diharapkan lembaga akan semakin solid dan mampu berkembang pesat di masa depan yang penuh tantangan ini.