Pada tanggal 16 Oktober 2025, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN K.H. Achmad Sidiq (KHAS) Jember menyelenggarakan Seminar Nasional bertemakan “Leader In Me”. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 200 peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan guru yang berasal dari berbagai latar belakang pendidikan. Seminar ini bertujuan untuk memberikan wawasan mengenai kepemimpinan yang efektif dan membangun karakter pemimpin di kalangan generasi muda.
Ziadatul menjelaskan bahwa kepemimpinan adalah salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki oleh setiap individu, terutama dalam dunia pendidikan.
Pembicara utama seminar adalah Ziadatul Husnah, M.Pd., yang merupakan Direktur Rumah Kearifan. Dalam sambutannya, Ziadatul menjelaskan bahwa kepemimpinan adalah salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki oleh setiap individu, terutama dalam dunia pendidikan. Ia juga menyampaikan keyakinan bahwa setiap orang memiliki potensi untuk menjadi pemimpin, asalkan mereka mau berusaha dan belajar.

Ziadatul Husnah kemudian mengutip pendapat Stephen R. Covey mengenai tujuh langkah yang harus dimiliki untuk menjadi seorang pemimpin yang efektif. “Langkah pertama adalah proaktif, di mana kita harus mengambil inisiatif dalam setiap tindakan yang kita lakukan,” ujarnya. Peserta seminar tampak antusias mencatat setiap poin yang disampaikan, mengingat betapa relevannya konsep ini dengan dinamika kehidupan sehari-hari.
Ia melanjutkan dengan penjelsan tentang langkah-langkah berikutnya, yaitu menetapkan tujuan (goal setting), mendahulukan yang utama (prioritas), dan kemampuan untuk bersama-sama meraih kemenangan (menang bersama). “Pemimpin yang baik adalah mereka yang bisa membuat keputusan yang tepat dan memprioritaskan hal-hal yang penting bagi timnya,” imbuhnya. Penjelasan ini memberikan perspektif baru mengenai bagaimana pemimpin dapat menciptakan lingkungan yang produktif.

Ziadatul juga menekankan pentingnya mendahulukan penghargaan terhadap orang lain, sinergi antar anggota tim, dan yang terakhir adalah kaizen atau memperbaiki diri secara terus-menerus. “Dalam dunia yang terus berubah ini, seorang pemimpin harus bisa beradaptasi dan selalu berusaha meningkatkan diri,” tegasnya. Hal ini mengundang diskusi aktif di antara peserta, dengan banyak yang berbagi pengalaman pribadi terkait kepemimpinan.
Di akhir sesi, peserta diberi kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi lebih lanjut dengan Ziadatul Husnah. Berbagai pertanyaan muncul, mulai dari tantangan yang dihadapi dalam kepemimpinan hingga cara mengaplikasikan langkah-langkah tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Interaksi ini menunjukkan ketertarikan peserta untuk menggali lebih dalam tentang tema yang dibahas.
Dengan memahami dan mengimplementasikan tujuh langkah kepemimpinan yang disampaikan, diharapkan generasi muda dapat menjadi pemimpin yang inspiratif dan mampu memberi dampak positif bagi masyarakat.
Kegiatan Seminar Nasional “Leader In Me” ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para mahasiswa, dosen, dan guru untuk menerapkan nilai-nilai kepemimpinan dalam kehidupan mereka. Dengan memahami dan mengimplementasikan tujuh langkah kepemimpinan yang disampaikan, diharapkan generasi muda dapat menjadi pemimpin yang inspiratif dan mampu memberi dampak positif bagi masyarakat. Semoga ilmu yang didapat dari seminar ini dapat diterapkan secara nyata dalam berbagai aspek kehidupan mereka.

