Pada tanggal 22 November 2025, STIT Tanggamus menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema “Penguatan Soft Skill Dosen dan Kampus Berdampak.” Kegiatan penting ini dihadiri oleh seluruh dosen di STIT Tanggamus, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengajaran melalui pengembangan soft skill yang relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini.
… penguatan soft skill di kalangan dosen sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung.
Acara dibuka dengan sambutan dari Dini, MM., Ketua STIT Tanggamus. Dalam sambutannya, Dini menekankan bahwa penguatan soft skill di kalangan dosen sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung. Ia mengajak semua peserta untuk aktif terlibat dalam seminar ini agar dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat demi kemajuan pendidikan di kampus. Dini berharap hasil dari seminar ini dapat membawa dampak positif tidak hanya bagi pengajaran, tetapi juga bagi pengembangan diri setiap dosen.
… soft skill seperti komunikasi, kepemimpinan, dan keterampilan interpersonal sangat berperan dalam menciptakan suasana kelas yang kondusif dan mendukung pembelajaran yang efektif.
Seminar ini menghadirkan dua pembicara utama, yaitu Dr. Muqowim dari UIN Sunan Kalijaga dan Ziadatul Husnah, M.Pd., Direktur Rumah Kearifan. Dr. Muqowim membagikan pengalaman dan pengetahuannya tentang pentingnya pengembangan soft skill dalam dunia pendidikan. Beliau menjelaskan bahwa soft skill seperti komunikasi, kepemimpinan, dan keterampilan interpersonal sangat berperan dalam menciptakan suasana kelas yang kondusif dan mendukung pembelajaran yang efektif.
… tips praktis untuk meningkatkan keterampilan mengajar, seperti teknik komunikasi yang efektif dan pendekatan yang bersahabat dengan mahasiswa.
Ziadatul Husnah, M.Pd., juga memberikan penjelasan tentang berbagai kompetensi yang perlu dimiliki oleh dosen untuk mendukung proses belajar mengajar. Ia membahas tips praktis untuk meningkatkan keterampilan mengajar, seperti teknik komunikasi yang efektif dan pendekatan yang bersahabat dengan mahasiswa. Presentasi kedua pembicara ini disambut antusias oleh peserta, yang terlihat aktif dalam mengajukan pertanyaan dan berdiskusi mengenai kendala yang mereka hadapi di kelas.
Seminar ini juga menyertakan sesi interaktif yang memungkinkan dosen untuk berlatih keterampilan yang baru saja mereka pelajari. Melalui simulasi dan role play, peserta berkesempatan untuk mengembangkan kemampuan mengajar mereka dalam suasana yang mendukung dan kolaboratif. Ini adalah langkah yang sangat penting untuk membangun kepercayaan diri dosen dalam mengajar serta menerapkan metode pedagogis yang lebih inovatif.
Akhir seminar ditandai dengan diskusi kelompok di mana masing-masing dosen membagikan rencana tindakan pribadi untuk menerapkan soft skill yang telah dipelajari ke dalam pengajaran mereka. Dini, selaku Ketua STIT Tanggamus, mengapresiasi partisipasi aktif dari seluruh dosen dan menekankan pentingnya kolaborasi untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik.
Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk upaya berkelanjutan dalam pengembangan diri dan profesionalisme dosen di era pendidikan modern.
Dengan semangat dan komitmen yang kuat, seminar ini berhasil memberikan wawasan baru dan motivasi bagi dosen di STIT Tanggamus. Diharapkan, penguatan soft skill ini dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas pengajaran dan menciptakan kampus yang berdampak positif bagi masyarakat. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk upaya berkelanjutan dalam pengembangan diri dan profesionalisme dosen di era pendidikan modern.

